Hentikan Kampanye Politik di Rumah Ibadah

140 Views

"Jangan pilih pemimpin yang kafir!" tegas penceramah di salah satu tempat ibadah di dekat tempat tinggalku saat itu. Suaranya lantang terdengar karena menggunakan pengeras suara. 


Aku yang saat itu di dalam kamar sempat kaget dan bertanya? Kok ceramah seperti ini. Mengapa banyak menyuarakan kebencian. Bukankah tokoh agama seharusnya mengabarkan kebaikan, kebajikan, kerukunan dan menjauhi keburukan. Toh, kita tinggal di Indonesia. Ada banyak suku dan agama. 


Terus terang aku suka mendengarkan tausiyah. Kadang melalui televisi, datang langsung, via internet, atau mendengarnya secara tak langsung karena kebetulan berada di dekat rumah ibadah. Tapi, tidak untuk ceramah yang berisikan kebencian, memecah belah, apalagi berbau politis. 

Selanjutnya di, 


Comments

Signin Signup