Pesantren pada Era Pasca Kemerdekaan

58 Views

Tokoh pertama dalam kalangan pegawai pemerintah kolonial Belanda yang secara penuh bekerja untuk pendidikan masyarakat non-Eropa adalah Inspektur Pendidikan Pribumi, yakni J.A. van der Chijs.

Pada tahun 1865, setahun setelah menjabat sebagai Inspektur Pendidikan, ia menolak untuk menyesuaikan pendidikan Islam yang sudah ada (baca: pesantren) karena alasan teknis pendidikan, yaitu membaca teks Arab yang dihafal tanpa dipahami maknanya.

Sistem pendidikan umum di Indonesia tidak timbul dari penyesuaian dengan sistem pendidikan Islam tradisional (baca: pesantren), melainkan sistem pendidikan Islam yang akhirnya menyesuaikan diri dan masuk ke dalam sistem pendidikan umum.

Selanjutnya...

Comments

Signin Signup