Nilai Humanisme dan Kesetaraan Peran Perempuan dalam Tetralogi Pulau Buru Karya Pramoedya Ananta Tour

163 Views

Pram bercerita dalam konteks kolonial. Namun gagasan-gagasan pembaharuan yang Pram tuangkan dalam novelnya tersebut melampaui zamannya, atau yang dibahasakan oleh Saras Dewi adalah poskolonial.

Pada acara Bedah Buku yang diselenggarakan di Badan Pengembangan Bahasa dan Pembukuan pada hari Rabu, 04 Desember 2019, Saras menilai bahwa novel-novel karya Pram tersebut merupakan sastra terlibat dan feminis poskolonial.

Novel tersebut melampaui kepentingan sastra, yakni ada pesan mendalam melalui “anak-anak rohaninya” selanjutnya...

Comments

Signin Signup