Pantai Baron Gunung Kidul: Sejarah, Romansa, dan Kulinernya

65 Views

Ingatanku melayang pada 14 tahun lalu. Saat itu untuk pertama kalinya kaki ini  menapakkan jejaknya di kota yang memiliki banyak julukan, yakni: Jogja. Kota dengan sejuta kisah. Kisah saat aku masih duduk di bangku SMP, di salah satu sekolah negeri di kota Jombang, Jawa Timur. Malioboro dan Pantai Parangtritis adalah tempat yang kala itu dikunjungi rombongan sekolah kami.


14 tahun telah berlalu, untuk kedua kalinya kaki ini mendarat di kota Gudeg, kali ini kedatanganku tidak sendiri, tidak pula bersama rombongan, melainkan bersama orang spesial yang siap menemani hariku di kota romantis ini.


Tiba di Terminal Giwangan, kami melanjutkan perjalanan menggunakan mini bus menuju destinasi pertama sebuah pantai di Kabupaten Gunungkidul. Saat itu, sekira pukul 6 pagi. Bus yang kami tumpangi jurusan Wonosari. Karena berangkat lebih awal, tak banyak penumpang yang ada di terminal, kami duduk di bangku paling depan, bersebelahan dengan sopir bus.


Bus langsung berangkat, sempat ngetem kurang lebih 15 menit di depan terminal, untuk menunggu penumpang, dan mengisi bangku-bangku yang kosong. Lalu lintas belum terlalu ramai. Sopir memacu kuda besinya dengan cukup kencang. Sesekali, dia harus menepikan bus untuk menaikkan atau menurunkan penumpang.


Ini adalah perjalanan pertama kami ke Wonosari. Awalnya, aku mengira jalanan yang dilalui biasa, lurus, dan sedikit berbelok. Perkiraanku salah. Perjalanan ternyata penuh tikungan tajam, menanjak, menurun, dengan pemandangan indah hijau pepohonan di kanan kiri jalan, melintasi beberapa jembatan dengan cat kuning di atas sungai yang jernih.


Asyik menikmati pemandangan, tak terasa 1,5 jam terlewati, dan bus sudah memasuki pintu terminal besar Wonosari. Terminal yang terbilang cukup luas, namun masih terlihat sepi. Dari Terminal Wonosari, kami pindah bus menuju ke arah Pantai Baron. Bus Jalur 16.


Karena bukan musim liburan, bus tak seramai dan sepenuh biasanya. Hanya terisi lima orang. Sopir pun bergegas naik ke bangkunya menuju ke Baron. Tak jauh beda dengan perjalanan saat menuju ke Wonosari, jalur yang dilintasi saat menuju ke Baron juga penuh dengan tikungan tajam, tanjakan dan turunan.


Selanjutnya di 

Comments

Signin Signup