Konten Lainnya

PENGOPERASIAN STASIUN KEBAYORAN, PARUNG PANJANG DAN MAJA SERTA JALUR GANDA DAN ELEKTRlFlKASl ANTARA PARUNG PANJANG DAN MAJA



Bertempat dl Stasiun Maja, Rabu. 11 Mei 2016, Direktur Jenderal Perkeretaapian, Hermanto Dwiatmoko didampingi Bupati Lebak, lti Octavia Jayabaya meresmikan pengoperasian 3 Stasiun yang telah selesai dibenahi untuk tampllan baru yang lebih modern/direvitalisasi yaltu ; Stasiun Stasiun Kebayoran, Stasiun Parung Panjang dan Stasiun Maja serta Jalur Ganda Eletrifikasi lintas Parungpanjang Maja beserta


Hermanto menjelaskan bahwa "pembangunan ke-3 (tiga) stasiun tersebut telah dlmulai pada Pertengahan tahun 2014 Ialu. Total Pembiayaan untuk pembangunan ke-3 (tiga) stasiun tersebut berasal dari APBN sebesar t Rp 112 Milyar dengan Kontrak Tahun Jamak." Adapun Lingkup pekerjaan Stasiun Kebayoran yang terletak di Km. 13+820 antara Stasiun Palmerah Stasiun Pondok Ranji meliputi : pembangunan gedung stasiun yang memanjang ke arah utara dengan tinggi 14,5 meter dan dibangun 2 lantai seluas 3.384 m2 dengan panjang 120 meter serta lebar 28,2 meter dapat menampung penumpang 6.609 orang; pembangunan 3 peron tinggl sepanjang 212 meter yang dapat menampung penumpang 7.031 orang; sterilisasi/pemagaran ornamen; pembangunan fasilitas untuk penumpang (lift, escalator, ruang menyusui, ruang kesehatan, musholla, toilet) serta pekerjaaan mekanikal-eletrikal dengan daya llstrik 6.000 VA.


Kemudian lingkup pekerjaan Stasiun Parung Panjang yang terletak di Km. 41+463 antara Stasiun Cisauk Stasiun Cilejit meliputi : pembangunan gedung stasiun yang memanjang ke arah utara dengan tinggi 14,6 meter dan dibangun 2 lantai seluas 756 m2 dengan panjang 21 meter serta lebar 36 meter dapat menampung penumpang 1.476 orang; pembangunan 3 peron tinggi (1 meter dari elevasi rel) dengan luas peron 2.400 m2 yang dapat menampung penumpang 4.687 orang; sterilisasi/pemagaran ornamen; pembangunan fasilitas untuk penumpang (lift, escalator, ruang menyusui, ruang kesehatan, musholla, toilet) serta pekerjaaan mekanikal-eletrikal dengan daya Iistrik 3.000 VA.


Sedangkan lingkup pekerjaan Stasiun Maja yang terletak di Km. 62+548 antara Stasiun Tigaraksa , Stasiun Rangkasbitung meliputi : pembangunan gedung stasiun yang memanjang ke arah utara dan selatan dengan tinggi 15,2 meter dan dibangun 2 lantai seluas 570 m2 dengan panjang 19 meter serta lebar 30 meter dapat menampung penumpang 1.113 orang; pembangunan 2 peron tinggi (1 meter dari elevasi rel) dengan luas peron 2.400 m2 yang dapat menampung penumpang 4.687 orang; sterilisasi/pemagaran ornamen; pembangunan fasilitas untuk penumpang (lift, escalator: ruang menyusui, ruang kesehatan, musholla, toilet) serta pekerjaaan mekanikal-eletrikal dengan daya listrik 3.000 VA.


Hermanto menambahkan, "Adapun pembangunan jalur ganda elektrifikasi Parungpanjang Maja sepanjang -+ 21 Km merupakan bagian dari program pembangunan jalur ganda elektrifikasi lintas Tanahabang Rangkasbitung sepanjang -+62,7 Km”. Pembangunan jalur ganda elektrifikasi Parungpanjang Maja dilaksanakan dalam 4 (empat) tahun anggaran (TA 2012-2015) dengan pendanaan melalui APBN sebesar -+ Rp 590 Milyar, ujar Hermanto. Pembangunan jalur ganda elektrifikasi ini telah dilaksanakan secara bertahap oleh Pemerintah sejak tahun 2006. Hingga saat ini telah terbangun sepanjang -+ 45,6 Km'sp (termasuk segmen Parungpanjang-Maja). Diharapkan tahun depan dengan selesainya jalur ganda dan elektrifikasi lintas Maja Rangkasbitung, maka lintas Tanah Abang Rangkasbitung dapat sepenuhnya dioperasikan KRLJabodetabek.


”Dengan dibangunnya 3 stasiun baru pada lintas Tanah Abang Maja diharapkan dapat meningkatkan minat masyarakat, khususnya masyarakat yang berada di pinggir Jakarta untuk beralih menggunakan transportasi massal berbasis rel yaitu kereta api untuk mobilitas baik dari daerah asal (yang berada di pinggir Jakarta) menuju Jakarta begitupun sebaliknya", pungkas Hermanto. Hal ini sebagai perwujudan dari Nawa Cita yang telah dicanangkan oleh Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden RI Jusuf Kalla dimana salah satu program yaitu membangun Indonesia dari pinggiran dengan memperkuat daerah-daerah dan desa dalam kerangka negara kesatuan. Selain itu, modernisasi stasiun ini juga merupakan bagian dari fokus kerja Kemenhub dalam rangka meningkatkan kualitas, kapasitas, serta keselamatan dan keamanan transportasi.


 

0 Comments

Sign In Sign Up Sign In By Facebook