Konten Lainnya

Mengenal Budaya Betawi Lebih Dekat Melalui Rupa-Rupa Jakarta




Indonesia kaya akan keragaman budaya nusantara, keunikan dan khasnya tersebar merata dari sabang hingga merauke. Namun akan kemana keberlangsungan budaya ini tetap bertahan ? Lambat laun kian tergerus akan modernisasi yang merajai. Sudah sepatutnya sebagai warga negara Indonesia kita menjaga nilai luhur budaya karena budaya bukan sekedar kesenian tetapi budaya lahir dari akal budi pikiran sebagai referensi kebaikan yang dapat membentuk jati diri. 

 

Melihat fenomena tersebut akan kepedulian budaya khususnya ibu kota, para seniman Betawi pun menggagas event dan kegiatan bertajuk Rupa-Rupa Jakarta. Bertempat di Amphi Theater Setu Babakan Zona A. yang dinobatkan sebagai cagar budaya Betawi juga sebagai bentuk gerakan kepedulian untuk sejarah atas perkembangan Museum Budaya Betawi. Event festival Budaya Betawi ini berlangsung dari tanggal 14-17 september 2016.


Sebagai seorang yang terlahir dari keturunan Betawi, saya pun tak mau ketinggalan dalam event tersebut. Namun karena jarak dan waktu yang kurang mendukung, sehari melihat langsung festival budaya Betawi pun sudah cukup bagi saya. Heheuu, perjalanan ke Setu Babakan dari domisili tempat tinggal saya memakan waktu hampir 3 jam.

 

Rute yang saya tempuh dari Tanjung Priok (Pelumpang) ke Setu Babakan, metro mini 07 menuju stasiun Pasar Senen dilanjutkan commuter line menuju Depok/Bogor turun di stasiun Tanjung Barat dan lanjut dengan kopaja 616 turun di gerbang Setu Babakan. Atau bisa juga dengan jalur busway (kalau ini bisa makan waktu hampir 4 jam) naik metro mini 07 dilanjut busway menuju Harmoni-dilanjut lagi busway ke arah Blok M kemudian naik Kopaja 616, untuk rute ini kurang recomended karena kopaja 616 dari Blok M sudah jarang beroperasi apalagi siang hari.

 

Rupa-rupa jakarta adalah kegiatan dalam bentuk festival budaya Betawi dimana kegiatan ini jadi bentuk pelestarian dan mengembangkan budaya betawi di Jakarta yang perduli akan kemanusiaan, sejarah, kesenian dan dibalut dengan Komedi. Budaya Betawi sendiri tak hanya sekedar seni tari dan lagu, kelebihan lainnya ada pada kehidupan sehari-hari yang kental sekali dengan unsur humoris seperti kekhasan bahasanya yang dikenal ‘ngapak’. Bahkan di dalam Lenong Betawi terdapat beberapa kesenian khas Betawi lainnya yang dikemas menjadi satu.


 

Budaya Betawi harus dicintai dan dihidupkan kembali bukan hanya di waktu-waktu tertentu seperti pesta pernikahan atau pesta adat. Itulah dasar pemikiran dari diadakannya festival Rupa-Rupa Jakarta agar Budaya Betawi dapat dihidupkan kembali dengan cara  mengikuti perkembangan jaman.

 

Dalam kegiatan tersebut berbagai macam hal-hal tentang Betawi tumpah ruah di situ. Ada Bazar pakaian Betawi, makanan khas Betawi yang mulai agak jarang ditemui di luaran seperti selendang mayang atau Laksa, bahkan ada atraksi ‘palang pintu' atau adu pantun. Biasanya ada ketika dalam pesta pernikahan khas Betawi, bahkan di hari puncak pada 17 Sepetember 2016 akan menghadirkan David Nurbianto, finalis stand up comedy yang dengan ke khasannya selalu membawa tema tentang Betawi. Hadir juga aksi lain yang juga kerap kali membawa nafas Jakarta seperti Kojek Rap Betawi, Afif Xavi, Dicky Difie, penampilan dari Teater Abnon dan Teater PaSKI DKI Jakarta (Persatuan Artis dan Seniman Komedi Indonesia).

 

Di hari yang sama juga ada pegelaran nonton bareng bersama Jack Mania. Seru kan acaranya ? Jangan sampai ketinggalan, mari kenali Budaya Betawi Lebih Dekat. >>Selengkapnya

 

 

 

 

 

0 Comments

Sign In Sign Up Sign In By Facebook