Jelang Tahun 2019 LRT Jakarta Beroperasional

5 Views

Jelang Tahun 2019 LRT Jakarta Beroperasional


Direncanakan bisa beroperasi pada akhir Januari atau Februari 2019. Light Rail Transit (LRT) atau kereta ringan rute Kelapa Gading-Velodrom yang digarap PT JakartaPropertindo (Jakpro).


Kali pertama PT LRT Jakarta mengadakan  Forum Media bertajuk “KongKow : Kompak Bareng Komunitas Wartawan” LRT Jakarta pada hari Rabu (19/12). Meskipun saya mewakili blogger dari Sahabat TDB (taudariblogger.info) semoga juga dapat terwakili masyarakat untuk berpartisipasi dalam penyampaian Informasi yang baik untuk Jakarta.


Saat sampai di Kantor PT JakartaPropertindo (Jakpro) pada Jam 09. 00 WIB yang merupakan kantor bersama dengan PT LRT Jakarta yang berada di Pusat Pertokoan Thamrin City Lantai 2. Jadi ingat beberapa tahun lalu, lokasi kantor ini merupakan tempat kursus Robotic. Pasti banyak yang engga tau.... Namun sangat strategis berada di antara Jalan MH Thamrin dan Jalan KH. Mas Mansyur,  Jakarta Pusat.


PT LRT Jakarta merupakan anak perusahaan dari PT Jakarta Propertindo/JAKPRO yang dibentuk berdasarkan penugasan PT Jakarta Propertindo sebagaimana Peraturan Gubernur Nomor 154 Tahun 2017 sebagai penyelenggaraan prasarana dan sarana LRT Jakarta. Sesuai BAB IX Kerja Sama, Pasal 29 poin (4), disebutkan bahwa PT Jakarta Propertindo dapat mendirikan anak perusahaan, membuat perusahan patungan, untuk melaksanakan tugas-tugas tertentu agar Prasarana dan Sarana LRT dapat dioperasikan, dirawat dan/atau diusahakan secara efisien, efektif dan sesuai tata kelola yang baik.


Dengan dibentuknya PT LRT Jakarta maka untuk melaksanakan penugasan layanan publik LRT Jakarta dari Gubernur DKI Jakarta, sesuai perjanjian kewenangan yang diberikan kepada PT LRT Jakarta yaitu sebagai badan usaha penyelenggara sarana (rollingstock) yang mencakup pengadaan sarana; operasi dan perawatan; dan pengusahaan. Sedangkan PT Jakarta Propertindo sebagai badan usaha penyelenggara prasarana yang mencakup pembangunan; operasi dan perawatan; dan pengusahaan.


Direktur Utama PT LRT Jakarta, Allan Tandiono mengatakan, pembangunan fase I hingga 15 Desember 2018 kemarin sudah mencapai 90 persen.


"Kesiapan SDM 73 persen, kesiapan badan usaha 74 persen, uji operasi terbatas 100 persen, pekerjaan persiapan 100 persen, konstruksi 92 persen, pengadaan sarana 99 persen, nah jadi secara keseluruhan 90 persen data per 15 Desember," katanya di Kantor LRT Jakarta, Thamrin City, Jakarta.



Pengoperasian LRT Jakarta koridor 1 fase 1 (Kelapa Gading – Velodrome) direncanakan pada Februari 2019. Sebagai persiapan pengoperasian, PT LRT Jakarta telah menyusun rencana pola operasi LRT Jakarta. Pada weekdays LRT akan dioperasikan mulai pukul 06.00-22.00 dan pada weekend/holidat pukul 07.00-23.00 WIB. Satu rangkaian (trainset) bisa terdiri dari 3-4 LRV (light rail vehicle) dengan kapasitas hingga 1080 penumpang. Satu LRV visa mengangkut hingga 270 penumpang. Untuk headway direncanakan antara 5-15 menit baik pada hari biasa maupun hari libur, dengan jumlah perjalanan dalam satu hari antara 245-282 trip.


Saat ini untuk koridor 1 fase 1 sepanjang 5,8 km bisa ditempuh selam 13 menit dengan waktu tempuh antar stasiun antara 1 sampai 2,5 menit. Ada 6 stasiun layang (elevated) yang telah dibangun yaitu Pengangsaan Dua (berada di kawasan Depo), Boulevard Utara, Boulevard Selatan, Pulomas, Equestrian dan Velodrome. Untuk perawatan sarana, Depo telah dibangun di Jalan Pengangsaan Dua, Kelapa Gading, Jakarta Utara sebagai tempat untuk perawatan bogie, area parking (stabling) LRT, perbaikan besar, dan juga dilengkapi dengan MCC (main control center) sebagai pusat control operasional LRT Jakarta dan kantor administrasi.


Dia menambahkan, fasilitas untuk penyandang disabilitas pun juga telah disiapkan. Terdapat lift dan eskalator, serta jalanan untuk pejalan kaki (pedestrian walkway) yang terintegrasi dengan stasiun.


Busway pun juga akan terintegrasi dengan stasiun, sehingga pengguna LRT dapat menyambung perjalanan mereka dengan mudah tentunya dengan di buat sky bridge dari Halte Pemuda Rawamangun menuju Stasiun Velodrome.


Selain itu, fasilitas untuk komersial di stasiun dan Depo LRT saat ini juga tengah dibangun di Kelapa Gading. Namun, pembangunan Depo LRT sendiri saat ini memang masih baru sekitar 62 persen.


"Depo ini tidak kita selesaikan seratus persen karena memang ada pekerjaan tambahan seperti hunian apartemen," jelas Allan.


Direktur Proyek LRT PT Jakarta Propertindo, Iwan Takwin juga menyampaikan, jalur kereta ringan sepanjang 5,8 kilometer ini tentunya akan mempersingkat waktu perjalanan masyarakat.


Progres pekerjaan sampai saat ini sudah 90% yang mencakup kesiapan SDM (73%), kesiapan badan usaha (74%), pekerjaan konstruksi (92%), pengadaaan sarana (99%), sedangkan untuk pekerjaan persiapan dan uji coba terbatas sudah 100%.


"LRT Jakarta fase satu ini diperkirakan memakan waktu tempuh selama 13 menit. Per stasiunnya habiskan waktu 1 hingga 2,5 menit," ujarnya.


Selain itu, saat ini Jakpro juga tengah merampungkan studi fase II koridor Velodrom-Dukuh Atas-Tanah Abang untuk diusulkan kepada Kementerian Perhubungan. Hal ini agar target pembangunan di tahun depan dapat dijalankan.


Sebagai masyarakat tentunya niat baik ini semua harus kita dukung bersama. Tidak ada pilihan lain untuk menjadikan Jakarta yang ramah lingkungan dengan menggunakan transportasi publik yang berbasis rel. Mengurangi polusi udara dan juga hidup menjadi lebih sehat dengan berjalan kaki dan pastinya bersosialisasi dengan pengguna lainnya. LRT Jakarta pilihan dan terus menanti untuk Jakarta yang lebih baik. (MS) 

Comments

Signin Signup