Konten Lainnya

Inacom, StartUp Rintisan Siap Bersaing Menuju Ekonomi Digital Indonesia

Teknologi terus berkembang dan tak terbendung. Banyak yang
menfaatkannya untuk tujuan negatif, namun tak sedikit yang memanfaatkan teknologi
untuk meningkatkan produktifitas. Tak heran, belakangan ini banyak muncul berbagai
layanan yang bertujuan memberikan kemudahan berbasis aplikasi.   



Ratusan bahkan ribuan startup rintisan muncul di tengah
geliatnya teknologi di Indonesia. Praktis, teknologi mampu menggiring
masyarakat konvensional melek digital. Bahkan Menpar Arif Yahya mengatakan
bahwa teknologi mampu merubah budaya masyarakat.



Seperti halnya yang dilakukan oleh Inacom.id (Indonesia
Agriculture & Commodities) yang baru diluncurkan sejak Juni 2018 lalu. Startup
rintisan anak bangsa di bidang komoditas agrikultur ini ingin me-digitalkan
petani lokal menuju pasar internasional. Dan baru-baru ini Inacom raih
pendanaan perdana angel round pertama (undisclosed). Dana ini akan digunakan
untuk membuka gudang ke-2 inacom di Lampung.



Meskipun baru berjalan 6 bulan, Inacom telah menggandeng
lebih dari 700 petani besar, meng-ekspor lebih dari 50 kontainer ke 7 negara
tujuan dan 6 pasar lokal dan menjual lebih dari 1.600 ton kelapa dan turunannya
untuk pasar international dan lokal



Sejatinya inacom sudah dirintis sejak 2017 lalu. Hampir satu
tahun penuh, Mochammad Nasrulyani (CEO) Slamet Riyanto (COO) dan Sumartoyo
(Komisaris) melakukan research, berkeliling Indonesia berpindah dari satu pulau
ke pulau lain terjun langsung ke petani dan mengundang buyer internasional,
membangun ekosistem terpadu dari hulu ke hilir. Sementara Risan Awaludin (CCO)
dan Oki Maulana (CTO) men-develop aplikasi yang menjadi core system Inacom saat
ini. Aplikasi yang bisa mengakomodir kebutuhan mulai dari penanaman, masa panen,
penjemputan pasca panen, grading, hingga penjualan komoditas dan peningkatan
nilai komoditas dari petani.



Menurut Nasrulyani, gudang ke-2 inacom diharapkan dapat
menambah kapasitas perputaran kelapa dan turunannya hingga 200 ton per minggu



"Kami memerlukan tambahan gudang baru mengingat sudah
terjalin kontrak kerjasama buyer baru dari Thailand dan China dengan permintaan
15 kontainer per Minggu untuk komoditas kelapa dan turunannya " ujar CEO Inacom
yang masih berusia 38 tahun ini.



Inacom saat ini bertekad untuk membantu dan mensejahterakan
petani lokal dengan memotong trader internasional yang umumnya “bermain kotor”
sekaligus memberikan edukasi kepada para tengkulak. Lebih daripada itu Inacom
siap meramaikan persaingan ekonomi digital yang sedang menggeliat di Indonesia.

0 Comments

Sign In Sign Up Sign In By Facebook