Pembngunan Wisata Ekologi di Sampang untuk Peduli Terhadap Lansia

17 Views

Era wisata terus disiapkan dalam pemerintahan saat ini. Bukan saja itu, upaya pemerintah dalam memajukan kesejahteraan dan mengangkat potensi daerah di Nusantara semakin menggelora. Hal ini pun dilakukan oleh Badan Ketahanan Nasional Internasional Republik Indonesia (BKNI-RI) dengan menjalin kerja sama dengan Pemerintah Kabupaten Sampang, Jawa Timur.
Kabupaten Sampang, Madura Jawa Timur pun akan memiliki sebuah basis wisata ekologi. Sebagaimana dikatakan oleh Presidium BKNI-RI Tri Harsono bahwa bentuk kerja sama yang dijalin yaitu pembangunan fasilitas kesehatan dan perawatan lanjut usia berbasis wisata ekologi yang dalam bahasa inggris dikenal dengan Medical Ecotourism Senior Living.
“Kehadiran Kita di sini adalah sebagai upaya percepatan fasilitas berbasis wisata ekologi. Yang Kita utamakan kearifan lokal, rencana dibangun di tiga titik tentunya ada dukungan Bupati dan Dinas terkait untuk berdirinya fasilitas kesehatan ini nantinya,” ucap Tri Harsono.
Sebagai pemilik program fasilitas kesehatan dalam hal ini ditunjuklah Surya Atap logam yang juga menggandeng kontraktor yang sudah ikut uji verifikasi. Kerjasama yang telah dibangun juga telah dikukuhkan dalam penandatanganan kontrak pembangunan faskes antara para pihak. Sebagai peletakan batu pertama akan dilakukan pada Februari 2020.
Presidium BKNI-RI Tri harsono kembali mengutarakan bahwa pembangunan fasilitas kesehatan tersebut sebagai upaya mendukung program pemerintah dalam memajukan kesejahteraan khususnya lansia dan mengangkat ekonomi daerah.
“Kami siap membangun fasilitas kesehatan dan perawatan lanjut usia berbasis wisata ekologi (Medical Ecotourism Senior Living) di Kabupaten Sampang yang diperuntukkan lansia domestik maupun luar negeri,” lanjut Tri harsono.
Pengembangan wisata untuk lansia apalagi ekologi memang sangat menarik dan menunjang wisatawan. Menarik bisa mendapatkan sebuah apresiasi dalam hal ini untuk Indonesia.
Dalam hal pembangunan ini, Tri Harsono juga mengungkapkan bahwa dalam pembangunan fasilitas kesehatan ini sebelumnya sudah dilakukan riset selama 7 tahun tentang kebutuhan fasilitas kesehatan untuk lanjut usia (lansia). Riset yang menghasilkan sebuah hasil bahwa banyak negara yang membutuhkan, sehingga market faskes ini luas dan menggiurkan. Oleh sebab itu, BKNI-RI menjalin kerja sama dengan para pihak terkait untuk membangun faskes tersebut di Indonesia.
Adanya target dari faskes tersebut dikhususkan untuk lansia dari luar negeri, khususnya Asia misalnya Singapura. Lansia tersebut akan mendapatkan pelayanan yang menjamin keamanan dan kenyamanan. Akan diupayakan hingga maksimal 300 lansia per negara yang diberi kesempatan untuk dirawat selama 6 bulan di sini.
“Kalau perlu pasien lansia dijemput di rumah mereka oleh petugas khusus dan diantarkan sampai faskes dengan aman dan nyaman. Mereka bisa memilih faskes di mana yang ingin ditempati,” ujar Tri Harsono.
Dalam pembangunan faskes ini akan direncanakan untuk 200 hingga 300 lansia dengan perkiraan dana yang dibutuhkan untuk satu titik yaitu berkisar delapan puluh miliar rupiah. Bahkan bisa mencapai delapan pulu lima miliar rupiah. Angka tersebut sudah disesuaikan dengan fasilitas dan pelayanan yang akan diberikan menurut standar internasional. 
Nah, lebih uniknya lagi nih akan disediakan pula heliped. Oleh sebab itu biaya perawatan yang wajar tersebut akan dikenakan terhadap pasien lansia dari luar negeri yang akan disesuaikan.
Target pertama pembangunan faskes memang di Sampang, lalu akan lanjut kepada titik lain yaitu di Pasuruan, bahkan hingga daerah lain yang memiliki potensi wisata. Dengan adanya basis ekologi wisata ini akan pula terserap 1500 tenaga kerja dengan setengahnya dari pekerja dari pekerja lokal Indonesia. Jika usaha ekologi wisata ini berhasil dengan banyaknya keluarga lansia yang datang ke Indonesia, sehingga akan menambah keindahan wisata Indonesia tentu saja menambah eksotika Indonesia bagi dunia.

Comments

Signin Signup