"Milenial Hijau", Catatan Dari Greenfest 2019

82 Views

Penulis : Mas Soegeng 

Menjuluki eventnya cukup gagah ; Green Festival. Penyelenggaranya BUMN dengan taqline kegitan : Spirits Of Millenial. Lokasi JCC Convention Hall, Senayan. Sebuah acara yang mengajak para anak muda penentu ekonomi menggeluti pertanian. Yang datang tentu saja millinial. Termasuk saya. Jangan tanya umir, sebab yang didengungkan adalah spirits atau jiwanya. 


Kenyataan, yang datang 95% anak muda. Pakaian trendi, semaunya, pakai tas ranael dengan sepatu di atas jarga 400K, ngomong teriak-teriak atau justru tenggelam dalam gadged mereka. Di ruang seminar penuh sesak. Mereka duduk memakai sofa milenial yang biasa dipakai camping. Gedung JCC Plenary di Cendrawasih Room, Hall penuh sesak. Sebagian berdiri atau duduk lesehan di lorong jalan sampai ke depan toilet. 

Semua mata dan telinga pengunjung yang di luar sibuk dengan hape masing-masing, atau buka laptop. Harusnya Panitia menyediakan monitor TV buat pengunjung di luar, sehingga yang meluap di luar masih bisa menikmati materi seminar. Apakagi peserta pameran sedikit tak lebih dari 30 stand termasuk yang di dalam seminar. Malah ada ruang tenda besar dengan meja bundar yang kayaknya hanya untuk tamu VVIP BUMN. Salah satu dirut BUMN yang kebetulan bersua di depan pintu masuk menyebut RI satu akan datang. 


Membludagnya Green Festival sebari ini setidaknya menunjukkan gairah usaha pertanian di masa depan. Terlebih, yang dipamerkan produk-produk dengan packaging modern, kreatif termasuk berbagai jenis pendukung pertanian seperti jual beli tanaman online, investasi pertanian online, pendataan tanaman atau jasa maping pertanian. Semua penjaga stand anak muda cukup lancar menjelaskan konsep jasa pertanian mereka. 

Kalau niatnya agar anak muda ( 19-39) juga suka terjun menggeluti usaha oertanian, patut diapresias. Hanya, saya belum melihat ada gagasan bagaimana cara anak-anak muda ini bisa mengedukasi para petani konvensional dengan temuan pertanian modern yang bisa memajukan dan mensejahterakan petani. 


Gap ekstrem saat ini adalah dunia mengklaim sebagai kita memasuki Pertanian 4,0 dimana peran digital, teknologi berperan dalam setiap lini pertanian. Anak muda sudah siap dengan senjata digital di hape mereka, sementara 90% petani kita masih pegang pacul......

MS
Plenary Hall. Senayan 31.01.19

Comments

Signin Signup